Cerdas Membeli Rumah Menggunakan KPR

Tips buat yang lagi pengen punya rumah idaman dengan program KPR

1. Pahami lebih dahulu apakah Anda layak mencicil rumah
Nilai ideal dari rasio untuk mengajukan KPR ini adalah di bawah 50 persen. Jika nilainya lebih dari 50 persen, tandanya nilai utang kita telah melebihi nilai aset dan ini menunjukkan ketidaksehatan finansial. Perbaikilah terlebih dahulu rasio ini sebelum Anda mengajukan KPR

2. Jangan berutang jika tidak ada dana darurat
Amankanlah terlebih dulu dana darurat Anda. Ketersediaan dana darurat yang ideal adalah 3 hingga 6 kali pengeluaran bulanan. Semakin banyak tanggungan kita atau semakin tinggi risiko pekerjaan kita, semakin besar pula kebutuhan dana darurat kita.

3. Investasikan dana Anda untuk DP rumah
Ketahuilah terlebih dulu, kapan Anda akan membeli rumah dan membayar uang muka (down payment/DP). Jika memang pembelian rumah ditargetkan dalam 1 hingga 3 tahun ke depan, simpanlah dana tabungan pembelian rumah di instrumen investasi rendah risiko dan memiliki imbal hasil tetap.

4. Pastikan cicilan rumah per bulan tak melebihi 35 persen penghasilan
Bank atau lembaga pemberi kredit mungkin saja menyetujui pengajuan KPR dengan nominal cicilan 50 persen dari penghasilan bulanan. Akan tetapi, cicilan rumah yang ideal maksimal adalah 35 persen dari penghasilan

5. Anda dan keluarga harus tetap terlindungi
Risiko kematian bisa menimpa siapa saja, termasuk Anda yang tengah mencicil rumah. Tidaklah bijak bagi kita untuk meninggalkan warisan berupa utang pada keluarga tercinta kita. Setiap KPR umumnya dilengkapi dengan iuran asuransi jiwa guna memitigasi risiko meninggalnya debitur, pilihlah asuransi dengan uang pertanggungan yang bisa menutup plafon kredit Anda atau pilih yang memberikan uang pertanggungan setidaknya dua kali dari total utang tertunggak yang kita miliki.

6. Tidak terburu-buru mempercepat pelunasan
Jika Anda berniat mengajukan KPR di bank konvensional, ketahuilah bahwa akan ada biaya penalti pelunasan dipercepat yang akan muncul. Melunasi cicilan utang pada awal waktu bukan hanya memaksa Anda keluar uang lebih banyak, melainkan juga bisa membuat Anda kekurangan likuiditas atau aset lancar.



Tinggalkan Balasan